Kemunculan lukisan lettrée pada masa Dinasti Qing
Kedatangan Dinasti 清朝 pada 1644 menandai perubahan dalam sejarah seni Tiongkok. Sekolah ortodoks, atau 正统画派 , menjadi gaya dominan di kalangan pejabat sarjana. Pendekatan ini mengejar kemahiran teknis yang diwarisi dari para guru kuno sambil mendorong ekspresi individu melalui pena dan tinta.
Antara 1754 dan 1799 muncul fenomena yang menonjol, yaitu Delapan Eksentrik Yangzhou 扬州八怪 . Para seniman independen ini mematahkan konvensi dengan menjual karya-karya mereka secara terbuka - praktik yang dianggap skandal oleh para traditionalis. Gaya ekspresionis dan abstrak mereka, yang ditandai dengan sentuhan pena yang energik dan komposisi yang berani, sudah menganunkan Sekolah Shanghai yang akan mendominasi abad berikutnya.
Qianlong: Kaisar dan Penasihat Seni
Pemerintahan kaisar 乾隆 (1735-1796) menjadi puncak budaya Dinasti Qing. Setelah pensiun secara sukarela pada 1799 untuk berfokus pada seni, pengaruhnya terus berlanjut di lingkungan seni. Dukungan yang tak tertandingi ini terlihat dalam:
- Pembuatan Taman Perfection dan Clarity 圆明园 yang menampilkan unsur-unsur arsitektur Eropa
- Pengembangan lukisan istana dengan Giuseppe Castiglione 郎世宁 yang menggabungkan teknik Barat dan Tiongkok
- Pengumpulan 四库全书 , ensiklopedi terbesar dalam sejarah Tiongkok
Periode ini melihat pengaruh Eropa yang signifikan pertama kali dalam seni lukis istana, khususnya dalam teknik perspektif dan realisme dalam potret kaisar.
Kalender dua belas musim: Karya master Akademi Lukis Dinasti Qing












Seri luar biasa ini mengilustrasikan geni Akademi Lukis Dinasti Qing 清代画院 , menggabungkan ketelitian naturalis dan kesensitivitas puitis. Setiap lukisan memasukkan motif-motif simbolis tradisional yang terkait dengan musim pertanian dan ritual-ritual kaisar.
Master lukisan dan kaligrafi Dinasti Qing
| Artis | Nama Cina | Spesialisasi | Kontribusi utama |
|---|---|---|---|
| Zhu Da | 朱耷 | Lukisan lettrée | Gaya ekspresionis dengan tinta menyembur |
| Shi Tao | 石涛 | Pemandangan | Teori "Satu garis lukis" 一画论 |
| Jin Nong | 金农 | Kaligrafi | Inovasi tulisan "lacquer" 漆书 |
| Ren Yi | 任颐 | Potret | Sintesis teknik Cina dan Barat |
| Zheng Xie | 郑燮 | Bambu | Kaligrafi "acak" revolusioner |
| Wang Yuanqi | 王原祁 | Pemandangan | Master terakhir sekolah ortodoks |
| Luo Pin | 罗聘 | Figur fantasi | Seri Hantu 鬼趣图 |
Para master ini mengembangkan konsep 文人画 (lukisan sarjana) di mana kaligrafi, puisi, dan cap digabungkan menjadi karya yang utuh. Warisan mereka memengaruhi dalam seni Cina modern dan terus menginspirasi seniman kontemporer.
Warisan budaya Dinasti Qing
Produksi seni Dinasti Qing menunjukkan periode sintesis yang luar biasa di mana:
- Tradisi Ming diinterpretasikan kembali dengan vitalitas baru
- Pertukaran budaya dengan Barat memperkenalkan inovasi teknis
- Pasar seni muncul sebagai kekuatan ekonomi independen
- Teorisasi estetika mencapai tingkat sofistikasi baru
Runtuhnya Dinasti Qing pada 1912 tidak berarti hilangnya tradisi seni mereka. Malah, eksperimen para "eksentrik" dan erudit akademisi menjadi fondasi seni Cina modern, menjadikan periode ini sebagai salah satu zaman keemasan dalam kreativitas Tiongkok.