Kelaahiran Seni Modern Tiongkok (1911-1949)
Revolusi 1911 menandai titik balik dalam sejarah budaya Tiongkok. Kejatuhan sistem kekaisaran dan pendirian Republik Tiongkok menciptakan perubahan sosial tanpa preceden. Selama periode gangguan besar - ditandai oleh penguasa perang, invasi Jepang, dan perang saudara - para seniman mengembangkan ekspresi baru yang menyintesis:
- Warisan teknik klasik (tinta dan lavis)
- Pengaruh Barat (realisme, impresionisme)
- Pencarian identitas nasional modern

Konteks Sejarah: Antara Kacau dan Kebangkitan
Periode 1911-1949 merupakan era dari kontradiksi ekstrem:
| Peristiwa | Dampak Budaya |
|---|---|
| Gerakan 4 Mei 1919 | Penolakan terhadap tradisi Konfusian, panggilan untuk modernisasi |
| Perang melawan Jepang (1937-1945) | Seni terlibat dan propaganda patriotik |
| Proklamasi RRT pada 1949 | Institusionalisasi seni untuk negara |
Revolusi Estetika Utama
"Seniman modern harus menjadi mata yang melihat dan tangan yang bersaksi" - 徐悲鸿
Tiga aliran utama mendefinisikan ulang peta seni:
- Realisme Terlibat: Penolakan terhadap penderitaan rakyat
- Sintesis Timur-Barat: Hibridisasi teknik
- Neo-Tradisionalisme: Reinterpretasi klasik
Guru-Guru Modernitas Tiongkok

徐悲鸿 (1895-1953)
Pionir realisme akademik. Didik di Paris, ia revolusioner pendidikan seni dengan mengintegrasikan anatomi Barat. Karya utama: 愚公移山 () dan kudanya yang terkenal.

齐白石 (1864-1957)
Guru 写意 (, lukisan bebas). Makhluk-makhluknya (udang, serangga) menggabungkan presisi dan vitalitas puitis. Seniman yang disukai Mao.
Figur Utama Lainnya
- 黄宾虹 (1865-1955): Revolusioner tinta hitam, teoretikus "cahaya dalam" Pemandangan
- 吕寿琨 (1919-1975): Pionir abstrak dalam tinta, sintesis Zen dan modernitas Avant-garde
- 李可染 (1907-1989): Guru cahaya dan kontras, pewaris yang diinovasi Inovasi
1949: Seni untuk Tiongkok Baru
Proklamasi Republik Rakyat mengakibatkan instrumentalisasi politik terhadap seni:
Doktrin Realisme Sosialis
Seniman harus:
- Menghargai keunggulan revolusioner
- Mewakili ideal proletariat
- Menggunakan gaya yang dapat dimengerti oleh massa
Periode ini melahirkan ikon visual Maoisme seperti 毛主席去安源 (), karya kolektif 1967.
Warisan dan Keturunan
Meski ada batasan politik, inovasi teknis tetap bertahan:
- Kalligrafi berkembang menjadi ekspresi yang lebih personal
- Teknik tinta bertahan terhadap penegakan lukisan minyak
- Konsep 气韵生动 (, ritme jiwa) tetap sentral
"Setelah hujan, matahari" (2004)Karya Fan Zeng 范曾